www.cimbniaga.co.id production

Pentingnya Working Capital dalam Mengelola Keuangan Bisnis

 

“Dalam dunia bisnis, working capital merupakan salah satu indikator kesehatan keuangan. Cari tahu jenis, cara menghitung, hingga cara meningkatkannya berikut ini agar perusahaan Anda memiliki modal kerja yang memadai.”

Working capital adalah istilah lain dari modal kerja dalam bidang usaha. Modal kerja merupakan faktor penting yang dapat berpengaruh terhadap kelangsungan suatu bisnis. 

Dalam dunia bisnis, working capital dapat menjadi indikator kesehatan keuangan perusahaan. Bisnis yang memiliki working capital yang cukup dapat memenuhi kebutuhan operasionalnya dan menghindari terjadinya kebangkrutan.

Anda bisa mendapatkan working capital yang cukup dengan berbagai cara, salah satunya mendapatkan pembiayaan dari bank. Anda bisa mengajukan fasilitas Pembiayaan Modal Kerja CIMB Niaga yang tersedia dalam berbagai produk pembiayaan konvensional maupun syariah. Selain itu, masih ada cara lain untuk meningkatkan working capital perusahaan. Apa saja? Mari simak pembahasan berikut ini.

Apa Itu Working Capital?

Secara sederhana, working capital adalah selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar. Semakin besar selisih tersebut, semakin besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sebaliknya, kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan akan semakin kecil apabila selisih tersebut semakin kecil.

Adapun aset lancar merupakan aset yang dapat dicairkan dalam waktu kurang dari satu tahun, sedangkan kewajiban lancar merupakan kewajiban yang harus dibayarkan dalam waktu kurang dari satu tahun.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Modal Kecil Untung Besar untuk Pemula

Pentingnya Working Capital dalam Bisnis

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa nilai working capital dapat digunakan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Semakin tinggi nilai working capital, maka semakin baik kondisi keuangan perusahaan. 

Namun, nilai working capital yang terlalu tinggi juga dapat menjadi tanda bahwa perusahaan memiliki terlalu banyak persediaan atau piutang. Dengan modal yang memadai, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari.

Memiliki modal kerja yang positif juga menjadi pertanda baik dari kesehatan keuangan jangka pendek suatu perusahaan. Artinya, perusahaan memiliki cukup dana untuk membayar tagihan jangka pendek dan melakukan investasi untuk pertumbuhan bisnisnya.

Jenis-jenis Working Capital

Ada beberapa jenis modal kerja yang masing-masing memiliki fungsinya tersendiri. Berikut ini jenis-jenis working capital yang perlu Anda ketahui:

  1. Gross Working Capital
  2. Bentuk modal kerja kotor merupakan investasi aset perusahaan yang dapat dengan mudah dicairkan. Saham dan aset likuid lainnya dapat dikategorikan sebagai modal kerja ini.

    Beberapa contoh aset lancar yang juga termasuk dalam perhitungan modal kerja kotor adalah uang tunai, rekening bank, deposito, piutang dagang, dan persediaan produksi.

  3. Net Working Capital
  4. Likuiditas suatu perusahaan ditunjukkan oleh kepemilikan modal kerja bersih, yaitu selisih antara aset dan kewajiban lancar. Net working capital adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya.

    Contoh modal kerja bersih meliputi pengeluaran operasional yang belum dibayarkan, kewajiban terkait pajak, pembayaran kepada supplier, serta pembayaran gaji dan tunjangan karyawan.

  5. Permanent Working Capital
  6. Modal kerja tetap adalah jumlah sumber daya yang selalu dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnis tanpa gangguan. Misalnya, modal untuk meningkatkan persediaan bahan baku atau memperluas kapasitas produksi.

    Semakin banyak usaha yang Anda miliki, maka akan semakin besar jumlah modal kerja tetap atau modal kerja jangka panjang yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan bisnis.

  7. Temporary Working Capital
  8. Modal kerja ini juga dikenal sebagai modal kerja variabel atau modal kerja fluktuatif. Temporary working capital dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang bersifat sementara, seperti meningkatnya permintaan produk.

    Contohnya, perusahaan kue kering membutuhkan modal kerja tambahan untuk bisa memproduksi dan menjual lebih banyak kue selama bulan ramadan hingga menjelang hari raya.

  9. Regular Working Capital
  10. Modal kerja reguler merupakan salah satu komponen modal kerja tetap yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan sehari-hari. Ini adalah jumlah modal terkecil yang diperlukan untuk menutupi biaya operasional yang sedang berlangsung dalam keadaan tertentu.

    Pembayaran gaji karyawan, pembelian bahan dan perlengkapan, serta biaya overhead adalah beberapa contoh dari kegunaan regular working capital yang paling umum.

  11. Reserve Margin Working Capital
  12. Modal kerja cadangan merupakan komponen lain dari modal kerja tetap. Jenis modal kerja ini digunakan untuk mengantisipasi fluktuasi kebutuhan modal kerja dalam jangka pendek.

    Perusahaan mungkin memerlukan sejumlah tambahan modal kerja untuk keadaan darurat atau kejadian yang tidak terduga seperti bencana alam, PHK, atau inflasi.

  13. Seasonal Working Capital
  14. Modal kerja musiman adalah modal kerja bersifat fleksibel yang dibutuhkan perusahaan untuk memenuhi permintaan barang yang meningkat selama musim tertentu, seperti musim liburan, panen raya, atau momen spesial lainnya

    Misalnya, usaha penjualan es krim mengalami peningkatan penjualan di musim panas dan membutuhkan membutuhkan modal kerja tambahan untuk membeli lebih banyak stok bahan baku.

  15. Special Working Capital
  16. Jenis modal kerja ini digunakan untuk membiayai kebutuhan jangka pendek perusahaan yang tidak terduga, seperti kecelakaan, promosi pemasaran, atau pengembangan produk baru.

    Modal kerja ini merupakan tambahan dari modal kerja yang sudah ada. Misalnya, perusahaan teknologi membutuhkan tambahan dana untuk membiayai biaya promosi produk baru yang akan diluncurkan.

Baca juga: Alasan Mengapa Pinjaman Modal Sangat Penting Bagi Usaha Anda

Memahami jenis-jenis modal kerja di atas akan membantu usaha Anda dalam mengelola modal kerja dengan lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan profitabilitasnya.

Cara Menghitung Working Capital

Jumlah modal kerja dapat dihitung dengan cara mengurangi aset lancar dengan dengan kewajiban lancar. Berikut ini rumus menghitung working capital:

Working Capital = Aset lancar – Kewajiban lancar

Misalnya, PT. XYZ memiliki aset lancar sebesar Rp 150.000.000 dan kewajiban lancar sebesar Rp 50.000.000. Maka, perhitungan working capital PT. XYZ adalah sebagai berikut:

Working Capital = Rp 150.000.000 - Rp 50.000.000 

                              = Rp 100.000.000

Dalam hal ini, PT. XYZ memiliki working capital positif sebesar Rp 100.000.000. Artinya, PT. XYZ memiliki cukup aset lancar untuk memenuhi kewajiban lancarnya.

Cara Meningkatkan Working Capital

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan working capital, yaitu:

  1. Membayar Vendor Tepat Waktu
  2. Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan working capital adalah dengan membayar vendor tepat waktu. Perusahaan yang memiliki reputasi baik dalam pembayaran vendor memungkinkan untuk memperoleh negosiasi yang lebih baik untuk mendapatkan harga lebih rendah dan diskon.

  3. Memperkuat Proses Pembelian
  4. Memperkuat proses pembelian melalui perencanaan yang matang, pengadaan yang optimal, dan kontrol yang efektif merupakan strategi penting dalam meningkatkan modal kerja dan memajukan kesehatan keuangan perusahaan.

  5. Meningkatkan Efisiensi Piutang 
  6. Perusahaan yang ingin meningkatkan modal kerja perlu fokus pada optimalisasi pengelolaan piutangnya. Hal ini dapat dicapai dengan menerapkan menerapkan sistem penagihan yang baik, memperkuat proses hubungan pelanggan, mengelola penuaan debitur, dan menerapkan sistem tindak lanjut pembayaran.

  7. Mengelola Piutang Secara Efektif
  8. Perusahaan dapat meningkatkan modal kerja dengan mengelola piutang dengan lebih baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mempersingkat periode penagihan piutang dan pengetatan persyaratan kredit.

  9. Mengelola Inventaris
  10. Peningkatan modal kerja melalui pengelolaan inventaris yang efektif merupakan strategi yang dapat memberikan manfaat untuk perusahaan dalam jangka panjang. 

    Perusahaan perlu memahami tingkat stok optimal, memperkirakan permintaan, membangun komunikasi internal yang kuat, dan menghindari keputusan yang salah mengenai inventaris

  11. Mengevaluasi Sumber Pembiayaan Modal Kerja
  12. Pertimbangkan dengan seksama berbagai fasilitas kredit, seperti kredit tunai dari bank untuk mengatasi kekurangan modal kerja jangka pendek perusahaan. Anda bisa memanfaatkan diskon tagihan, anjak faktur, dan opsi pembiayaan lainnya

  13. Memanfaatkan Indikator Kinerja Utama (KPI)
  14. Pemanfaatan KPI yang tepat di seluruh tingkat operasional bisnis dapat membantu mengoptimalkan modal kerja. Berikut beberapa rasio utama yang berkaitan dengan modal kerja:

  • Days sales outstanding, yaitu rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutang dari pelanggannya.
  • Days payables outstanding, yaitu rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menyelesaikan pembayaran utang.
  • Days inventory outstanding, yaitu rata-rata waktu yang diperlukan perusahaan untuk menjual seluruh persediaan.
  • Cash conversion cycle/operating cycle, yaitu jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengubah modal kerja menjadi kas.

  1. Menyusun Rencana Anggaran
  2. Membuat rencana anggaran merupakan langkah krusial dalam meningkatkan modal kerja perusahaan. Hal ini membantu perusahaan menghindari risiko kekurangan dana yang dapat menyebabkan terhambatnya operasional dan mengganggu kelancaran bisnis.

Penerapan strategi-strategi di atas dapat membantu Anda dalam meningkatkan working capital sekaligus meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Manfaatkan Pembiayaan CIMB Niaga

Bagi Anda yang sedang mencari sumber pinjaman bank untuk meningkatkan working capital, Anda bisa memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan dari CIMB Niaga. Fasilitas pembiayaan yang disediakan oleh CIMB Niaga bisa diajukan untuk memenuhi kebutuhan modal pelaku usaha kecil, menengah, hingga besar.

CIMB Niaga menawarkan fasilitas Pembiayaan Modal Kerja yang bisa Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja jangka pendek. Tersedia pilihan produk Pembiayaan Rekening Koran, Pembiayaan Tetap, dan Pembiayaan Transaksi Khusus konvensional maupun syariah.

Ada juga fasilitas Pembiayaan Investasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, baik untuk investasi baru maupun untuk ekspansi bisnis. Anda bisa memanfaatkannya untuk membiayai perluasan usaha, modernisasi aset, relokasi tempat usaha, hingga pendirian proyek baru.

Untuk mengajukan fasilitas pembiayaan bisnis, Anda bisa mengunjungi kantor cabang CIMB Niaga terdekat. Cari tahu informasi lebih lanjut terkait pembiayaan bisnis CIMB Niaga di sini.

Produk Terkait

Pembiayaan Modal Kerja

Fasilitas pembiayaan yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan modal kerja jangka pendek Anda.

Pinjaman Rekening Koran (PRK)

Melancarkan bisnis Anda dengan fasilitas pinjaman yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha harian yang bersifat fluktuatif dan berfrekuensi tinggi. Fasilitas disediakan di dalam rekening giro Anda, dapat ditarik dan dilunasi (sebagian maupun seluruhnya) setiap saat sesuai kebutuhan.

Pinjaman Tetap (PT)

Fasilitas yang tepat untuk memenuhi kebutuhan modal kerja jangka pendek Anda yang bersifat permanen. Penarikan fasilitas dapat sekaligus maupun bertahap, dengan pembayaran yang fleksibel dan disesuaikan dengan nature of business Anda.

Pembiayaan Investasi

Merupakan fasilitas pembiayaan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, baik untuk investasi baru maupun untuk ekspansi bisnis Anda. Fasilitas ini untuk Anda yang berencana untuk melakukan rehabilitasi, modernisasi aset, perluasan usaha, relokasi tempat usaha, maupun pendirian proyek baru dimana sumber pembayaran dapat berasal dari hasil usaha Anda dan/atau dari aset yang dibiayai.