www.cimbniaga.co.id production
ID EN

 21 Juli 2026

Market review

Kembali naiknya harga minyak mentah dunia yang disertai dengan tingginya imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) serta penguatan Dolar AS berisiko menekan nilai tukar Rupiah (IDR). Perkembangan ini dapat memaksa Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunganya untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di dalam negeri. Di sisi lain, kombinasi dari pelemahan IDR dan suku bunga yang tinggi potensial menjadi beban tambahan pada ekonomi riil domestik.

 

Kemarin, harga minyak mentah Brent sempat naik ke level USD 91,4 – tertinggi sejak 11 Juni – menyusul konflik militer yang semakin memanas antara AS dan Iran. Selanjutnya, yield obligasi AS tenor 2 tahun juga naik ke kisaran 4,23% - paling tinggi dalam seminggu. Kemudian, indeks dolar AS (DXY) juga naik ke level 101,03 – juga tertinggi dalam seminggu.

 

Indikator tingkat keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan indeks manufaktur Indonesia mengalami perlambatan di triwulan dua 2026 (2Q2026) seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan suku bunga yang meningkat. Indeks keyakinan konsumen turun ke level 117,8 di bulan Juni dari 122,9 di bulan Maret. Selain itu, indeks penjualan eceran juga turun ke 221,6 dari 256,7 pada periode yang sama. Selanjutnya, indeks manufaktur PMI Indonesia juga turun ke 46,9 dari 50,1 dalam jangka waktu yang sama.

 

Rentang perdagangan USD/IDR pada hari ini diperkirakan antara 17.850 – 18.050. Pada hari Senin kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) berada pada 17.976.

 

Pasar Obligasi Negara Indonesia – Indikasi yield pada penutupan di hari Senin adalah 6,92% (1Y), 7,07% (3Y), 7,24% (5Y), 7,27% (10Y), dan 7,24% (20Y). Kemarin, yield naik rata-rata 4 bps antara tenor 5 – 15 tahun, sedangkan tenor 3 tahun turun 2 bps.

 

Pada hari ini, pemerintah akan melaksanakan lelang reguler obligasi konvensional dengan target IDR 32 triliun. Obligasi yang ditawarkan adalah SPN Aug’26, Okt’26, dan Jul’27, FR109 (2031), FR108 (2036), FR106 (2040), FR107 (2045), FR102 (2054), dan FR105 (2064).

 

Arus dana asing di pasar modal Indonesia relatif stabil berdasarkan data terakhir. Indeks saham IHSG ditutup naik 56 poin pada posisi 6.232, pada tanggal 20 Juli 2026, dan kepemilikan asing pada pasar saham Indonesia tercatat naik IDR 97 miliar.

 

Baca lebih lanjut, klik disini