www.cimbniaga.co.id production
ID EN

11 September 2026

Market review

Semalam, indeks S&P 500 dan Dow Industrial DJIA kembali turun masing-masing 0,58% dan 0,60%. Selanjutnya yield UST tenor 2, 10, dan 30 tahun naik masing-masing ke level 4,58%, 4,96%, dan 5,37%. Upaya kementrian keuangan AS untuk melakukan pembelian kembali UST hingga tiga kali lipat dari biasanya belum mampu mendongkrak pasar UST. Untuk informasi, yield UST 2 tahun telah mencapai level tertinggi dalam dua tahun, yield UST 10 tahun tertinggi dalam tiga tahun, dan yield UST 30 tahun tertinggi dalam sembilan belas tahun. Namun demikian, indeks dolar AS berbalik naik ke level 99,10 – paling tinggi dalam seminggu.

 

Merosotnya kepercayaan pasar keuangan global terhadap aset keuangan Amerika Serikat (AS) terlihat pada kombinasi dari penurunan indeks saham utama dan melemahnya pasar obligasi pemerintah (UST). Di sisi lain, indeks dolar yang berbalik naik seiring kenaikan yield UST yang signifikan memperlihatkan investor global mulai mengutamakan aset pendapatan tetap dibandingkan aset saham di AS. Ancaman inflasi tinggi di AS, perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga, intervensi pada kurs USD/JPY, risiko gelembung pada sektor kecerdasan buatan, potensi perubahan kebijakan pasca pemilu tengah waktu (awal November), dan kenaikan hutang pemerintah AS yang tidak terkendali, menjadi latar belakang pada perkembangan terakhir di pasar keuangan terbesar di dunia tersebut.

 

Di dalam negeri, sentimen pasar umumnya positif berkat melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang global. Namun demikian, risiko kenaikan permintaan valuta asing untuk impor akibat harga minyak dunia (Brent) yang telah naik mendekati USD 110/barel masih menjadi sentimen negatif pada pasar keuangan domestik. Pada tahun ini, nilai impor barang Indonesia naik antara USD 4 - 6 miliar per bulannya pasca kenaikan harga minyak dunia.

 

Rentang perdagangan USD/IDR pada hari ini diperkirakan antara 17.450 – 17.750. Pada hari Kamis kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) berada pada 17.539.

 

Pasar Obligasi Negara Indonesia – Indikasi yield pada penutupan di hari Kamis adalah 6,67% (1Y), 6,78% (3Y), 6,94% (5Y), 7,13% (10Y), dan 7,15% (20Y). Kemarin, yield naik rata-rata 4 bps antara tenor 3 – 30 tahun.

 

Arus dana asing di pasar modal Indonesia turun berdasarkan data terakhir. Indeks saham IHSG ditutup turun 89 poin pada posisi 6.589, pada tanggal 10 September 2026, dan kepemilikan asing pada pasar saham Indonesia tercatat turun IDR 2,0 triliun.

 

Baca lebih lanjut, klik disini